Minggu, 25 Maret 2012
"aku optimis disaat setiap orang pesimis dengan keadaan istriku"
denger judulnya aja kita udah tau kalo ini cerita yg bakal jadi suatu inspirasi yg besar nantinya. Cerita ini saya dapet dari kolega keluarga. dia punya seorang istri yang mempunyai penyakit komplikasi. penyakit yang diderita memang sudah lama. ceritanya 3 bulan kemarin dia pulang dari pasar membeli pempek dan buah gandaria. setelah memakan keduanya tidak lama ia pingsan dan dilarikan kerumah sakit. dirumah sakit kesehatannya semakin menurun menurun dan menurun. ia harus mencuci darah karna fungsi ginjal yg tidak lagi berfungsi sebagaimana fungsinya. awalnya ia menolak namun dokter memaksa dan membuat ia mngurungkan niatnya untuk mengikuti saran dokter. dokter bener sarannya memang bisa membuat dia semakin membaik namun di hari-hari akhir saat keluarga memutuskan untuk pulang. saat ingin pulang kesehatannya kembali menurun drastis. hingga saat dokter memberi keputusan "bapak saya melihat kesehatan ibu saat ini, ibu telah memasuki masa koma. dan mungkin hanya bisa bisa bertahan dengan alat pernafasan untuk 2-3 hari selain dari situ mungkin dokter skalipun tak sanggup untuk membantu ibu. maafkan saya pak.." namun sang suami menjawab dengan tegas "sekalipun dokter telah memvonis istri saya seperti itu namun saya percaya dan akan selalu berdoa kepada allah istri saya bisa sembuh. istri saya belum mencapai cita-citanya yaitu membahagiakan ke2 anak laki-laki kami. saya selalu optimis ia sembuh" disaat-saat tegang sang suami membawa air zam-zam untuk memberikan wudhu kepada istrinya. sungguh ajaib nafasnya dan kesehatan badannya membaik dan semakin membaik. dan sekarang sudah sembuh seperti sediakala. alhamdulillah
inspirasi yang saya dapatkan yaitu : "kalimat sugesti takkan pernah meleset kepada seseorang yang mempunyai keinginnan besar untuk merubah hidup." "jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa, tak ada yg tak mungkin didunia ini allah swt selalu ada untuk mendengar jeritan hati hambanya dan allah takkan memberikan masalah yg tak mungkin tak bisa dipecahkan."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar